Sharing Session WARNA (Wanita Cerdas Bijaksana)

Sharing Session WARNA (Wanita Cerdas Bijaksana) : “Srikandi Dana Pensiun Telkom: Merengkuh Kebijaksanaan, Kecerdasan serta Keseimbangan Hidup dan Karier”

 

Jum’at, 03 Mei 2024 - Rangkaian kegiatan WARNA (Wanita Cerdas Bijaksana) diadakan untuk memperingati Hari Kartini 2024 yang dilaksanakan di Mushola Al-Maslahat Dana Pensiun Telkom. Acara dibuka dengan sambutan dan doa bersama yang dipimpin oleh MC, Ibu Allistyana Rachim. Acara dilanjut dengan pemaparan materi oleh Ibu Sri Wahyuni Solihah, S.Ag., M.Pd. dengan topik Merengkuh Kebijaksanaan, Kecerdasan serta Keseimbangan Hidup dan Karier dengan dipandu oleh moderator Ibu Susilawati.

Sejak dahulu kala, perempuan telah berjuang melawan ketidak adilan dan penindasan. Kini, saatnya kita melangkah maju, membangun keseimbangan peran dan kedudukan yang adil.

Sebagai perempuan modern, kita dituntut untuk memiliki tekad yang kuat dalam menjaga keseimbangan pada seluruh aspek kehidupan perempuan. Ketika perempuan diizinkan untuk menjadi penopang hidup keluarga, kecerdasan, dan kebijaksanaan dalam mengelola keuangan menjadi krusial. Perempuan perlu merefleksikan pilihannya, menimbang dampaknya bagi diri sendiri dan keluarga. Wawasan dan kecermatan dalam mengambil keputusan akan membantu perempuan menghindari perselisihan dan membangun kehidupan yang seimbang.

Memiliki visi dan misi yang jelas dalam berkarier dan membangun keluarga merupakan kunci untuk melangkah bijak. Konsep peran dan kewajiban laki-laki dalam keluarga harus dipahami. Menafkahi bukan berarti perempuan tidak boleh berkarier. Justru, keseimbangan antara karier dan keluarga penting untuk diraih.

Keadilan hak perempuan dan laki-laki bukan berarti menghilangkan ketaatan istri kepada suami. Karier bagi perempuan bukan hanya di dunia kerja, tapi juga dalam hubungan dengan anak-anak. Kemuliaan perempuan bukan hanya diukur dari harta benda, tapi juga dari kehebatan dalam kehidupan di luar harta benda.

Kecerdasan dalam memilih prioritas dan wawasan akan konsekuensi yang mungkin terjadi menjadi hal yang wajib dimiliki. Kegelapan tiap masa sebagai tantangan bagi perempuan berbeda. Kartini memulai perjuangannya dengan memberikan pandangan luar biasa untuk memajukan perempuan. Sebagai perempuan di masa kini, meneruskan perjuangan Kartini bukan berarti meniru sepenuhnya, tapi mengukur standar baru yang sesuai dengan kehidupan masing-masing.

Pendidikan yang diperjuangkan Kartini akan bermakna jika tidak diterapkan dalam kehidupan keluarga dan dijadikan mindset. Semangat Kartini menuntut kita untuk menjadi wanita cerdas dan bijaksana.
Keseimbangan dalam bekerja dan berkeluarga adalah kunci utama. Untuk mengimplementasikannya, kita harus memahami diri sendiri, peran kita, dan hubungan kita dengan Tuhan.