Ketika Hobby menjadi teman disaat Pensiun

Ketika Hobby menjadi teman disaat Pensiun

 Penulis : Eko Waluyo

Banyak anggapan ketika memasuki masa pensiun kita memasuki masa yang tenang dan penuh kebebasan.

Setelah puluhan tahun bergelut dengan hal rutinitas pekerjaan  akhirnya tiba saatnya memiliki banyak waktu untuk melakukan banyak hal tanpa terikat aturan dan target seperti saat bekerja.

Padahal tidak seperti yang dibayangkan, banyak kejadian setelah pensiun justru kehilangan arah dan meleset dari yang pernah direncanakan sehingga menimbulkan frustasi dan menurunnya semangat hidup.

 

Agar saat menjalani pensiun terasa menyenangkan, penting untuk menjaga kebahagiaan sehari-hari. Kebahagiaan memang tidak muncul begitu saja, namun perlu dijaga lewat gaya hidup sehat, rutinitas positif, serta kegiatan yang menjadikan tubuh dan pikiran tetap aktif.

 

Pastilah semua orang jauh sebelum memasuki masa pensiun sudah barang tentu telah membuat rencana kegiatan serta aktivitas mengisi waktu luang setiap harinya nanti jika pensiun. Mulai dari rencana bisnis, investasi, berkebun, berternak atau hanya menikmati saja hidup nyaman bersama keluarga, bercengkrama dengan cucung dan sesekali melakukan kunjungan keluarga yang jauh atau perjalanan wisata.

 

Itu juga yang saya lakukan jauh hari sebelumnya, dan pada saat masa pensiun itu tiba saya mencoba merelisasikan sesuai rencana dengan  membangun Toko dan sisa lahan dibelakang toko kami manfaatkan untuk membangun Kos Kosan, nantinya toko akan saya jadikan usaha warung makan dan kami kelola sendiri beserta istri, kebetulan saat bekerja dulu kami telah membeli lahan yang letaknya bersebrangan dengan salah satu universitas. 

 

Sesuai dengan rencana yang diharapkan, setelah bangunan kos kosan selesai langsung terisi penuh dikarenakan memang lokasi yang dekat dengan kampus sehingga menjadi pilihan mahasiswa karena tidak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi, cukup berjalan kaki saja menuju kampus, sedangkan toko kami jadikan warung makan yang murah dengan target marketnya juga Mahasiswa.

Warung makan hanya buka sampai sore, pada malam harinya kami memanfaatkan toko dan halaman  menjadi Angkringan atau kafe dengan Live Musik,

Angkringan atau Kafe di kelola anak kami sementara untuk live musik saya coba mengisinya bersama teman.

 

Saat bekerja dahulu saya membeli alat musik Saxophone bekas dikarenakan memang saya suka dengan musik, dan ingin bisa mendalami dan salah satu alat musik dan pilihannya jatuh pada alat musik Saxophone, alasan mengapa memilih Saxophone hal ini karena saya sangat tertarik sekali dengan suara yang dihasilkan serta secara umum sangat sedikit sekali pemain musik daerah yang menggunakan saxophone.

Pada saat itu sebenarnya saya belum pernah sama sekali menggunakan saxophone, namun berdasarkan bimbingan seorang teman serta berguru secara otodidak menggunakan Youtube berangsur tehnik permainan boleh dikatakan bisa walau masih jauh untuk disebut bagus.

 

Kembali di Angkringan atau Kafe dimana kami menjadwalkan mengisi live musik bersama teman 2 kali dalam seminggu ternyata hal ini justru menjadi ajang latihan yang effektif untuk lebih mendalami tehnik permainan dan tanpa sengaja melatih keberanian tampil didepan umum.

Seperti yang diharapkan, pengunjung kafe yang semula untuk menggaet anak muda, ternyata justru pengunjung lebih banyak dari kalangan pensiunan yang sengaja ingin bercengkrama mengisi waktu sesama komunitas.

 

Dengan aktivitas baru tersebut ternyata saat pensiun seharusnya mempunyai banyak waktu luang justru sebaliknya waktu yang ada teriasa padat  dengan kesibukan yang produktif dan bisa menghasilkan pendapatan tambahan, bertemu dengan banyak orang bahkan menghibur sehingga kesehatan dan imun pun meningkat.

Belum lagi disela waktu yang ada, saya mencoba mengaktivkan kembali akun Youtube yang sudah lama dibuat dengan cara sering mengupload kontent bertemakan random serta aktivitas dan kegiatan keseharian yang diantaranya Cover Lagu Instrumen dengan memainkan Saxophone.

 

Waktu seolah tak ada yang luang, rutininas baru menjadikan semangat baru yang menyenangkan ditambah lagi Youtube memberikan ruang untuk mengexpreasikan kreativias  untuk terus memproduksi konten. Tentu saja ini memaksa kita juga untuk terus belajar tentang editing Video serta hal lain agar hasilnya lebih menarik.

 

Sayangnya hal tersebut cuma berjalan lebih kurang 6 bulan saja, karena setelah itu  kegiatan dagang dibatasi, mahasiswa yang kos dipaksa pulang karena proses belajar mahasiswa dan pelajar harus dilakukan dari rumah, Angkringan kafe yang setiap malam cukup ramai pengunjung dipaksa untuk dibatasi, Live Musik dilarang untuk ditampilkan, bahkan untuk menyetel lagu atau musik saja menggunakan Tape dilarang.

Pandemi Covid19 yang menyerang indonesia awal tahun 2020 menjadi segala aktivitas warga di seluruh Indonesia dibatasi. Dampak yang sangat luar biasa menjadi pukulan yang telak bagi bisnis kecil seperti UKM, Warung Makan, Pekerja Seni, dan lain lain hingga gulung tikar.

Bahkan pekerja kantoran, sekolah, serta aktivitas lain harus dikerjakan dirumah saja secara Daring sementara secara realtime pengumuman kematian akibat terpapar virus Covid19 terpampang dilayar Televisi menambah situasi was was dan ketakutan terinfeksi.

Tidak terbayangkan kapan kondisi ini akan pulih, mengingat saat itu suasana sangat mencekam.

 

Keberuntungan yang tidak disengaja.

 

Ternyata saat kegiatan diluar rumah banyak dilarang dikarenakan pemerintah menerapkan Pembatasan Nasional Bersekala Besar (PSBB) dan dipaksa aktivitas kita  hanya dirumah, nah untuk memanfaatkan kejenuhan saya jadi lebih inten bermain saxophone secara mandiri dan lebih fokus mengelola Channel Youtube dan ternyata disaat pandemi Covid19 justru membuahkan hasil yang mengejutkan, dimana Channel Youtube yang saya kelola dinilai memenuhi persyaratan dan disetujui monetisasi , sehingga memungkinkan jika video yang ditayangkan akan disisipi iklan dan akan dibayarkan ke pengelola.

 

Ketika hampir seluruh aktivitas masyarakat menggunakan daring atau internet tentu saja ada saat dimana mereka meluangkan waktu untuk membuka youtube sebagai hiburan sehingga dampaknya pada waktu itu  channel yang saya kelola mendapat tambahan subcriber dan jam tayang yang cukup sehingga memenuhi persyaratan monetisasi.

 

Memang belum seberapa benefid yang dihasikan dari youtube saat itu lebih kurang setiap 2 bulan mendapat tranfer 100 Dollar ke rekening saya, justru hal lain yang membuat saya tetap gembira karena bisa memanfaatkan waktu berlatih saxophone lebih banyak.

 

2 tahun lebih Setelah pandemi berlalu, dimana aktivitas boleh dilakukan lagi secara normal dan cafe serta musik dapat berjalan lagi seperti biasa tanpa pembatasan, namun sayang untuk memulihkan aktivitas seperti sedia kala lebih berat dikarenakan dampak ekonomi yang menimpa hampir seluruh masyarakat sungguh luar biasa, hingga akhirnya saya memutuskan untuk menutup kegiatan warung makan dan cafe dengan menyewakan saja ruko yang ada.

 

 

Hobby yang menyenangkan dan membuat tetap sehat.

 

Saat ini sebagian waktu luang saya pergunakan memainkan alat musik Saxophone, terkadang juga menghibur saat berkumpul  sesama anggota pensiunan atau sesekali diundang pada suatu event wedding, atau acara hiburan lain. Saxophone telah menjadi sahabat dan bagian dari waktu saya disaat pensiun.

Mungkin banyak dari sebagian orang mengira memainkan alat tiup saxophone sangat sulit dan membutuhkan nafas yang panjang.

Ternyata dengan latihan yang konsisten dampak dari memainkan alat tiup saxophone dapat meningkatkan kebugaran jasmani maupun rohani hal ini dikarenakan mendengarkan musik saja sudah memberikan ketenangan, apalagi jika dapat memainkan alat musik.

 

Alat musik ini memiliki suara yang khas dan menenangkan, sehingga bisa merangsang emosi positif dan membantu mengurangi stres. Selain itu, memainkan saxophone membutuhkan koordinasi antara pernapasan dan jari, sehingga secara tidak langsung melatih fokus dan melancarkan sistem pernapasan.

 

Tidak banyak beberapa pensiunan yang bermain saxophone ini  menjadi cara untuk kembali merasa muda, mengingat masa-masa ketika mereka lebih aktif dan penuh semangat. Bahkan, tidak sedikit yang akhirnya tampil dalam acara komunitas atau keluarga, menambah rasa bangga pada diri sendiri.

 

Penutup. 

Pensiun sebagai Babak Baru yang Penuh Warna.

Masa pensiun bukanlah akhir dari produktivitas, tetapi awal babak baru yang lebih bebas dan penuh kemungkinan. Dengan menjaga kesehatan, menjalani rutinitas positif, melibatkan diri dalam kegiatan produktif, serta menggali kreativitas seperti bermain saxophone, seorang pensiunan dapat menjalani hari-harinya dengan lebih bahagia dan bermakna.

Kebahagiaan pensiunan tidak harus dicari jauh-jauh; justru sering kali hadir dari hal kecil yang dilakukan dengan hati penuh. Selama tubuh tetap dirawat, pikiran dijaga aktif, dan hati terus dihangatkan oleh hubungan sosial yang baik, masa pensiun bisa menjadi salah satu fase paling indah dalam hidup.

 

 

Note

saat ini penulis aktive sebagai content creator di media sosial

 

Pernah mengelola blog di http://www.ekowal.blogspot.com

Instagram : http://www.instagram.com/@keliq_van_hllen

yt : http://www.youtube.com/@ekosax

tiktok : http://www.tiktok.com/@mazkeliq