"Kegiatan emas keseharian di usia emas agar hidup tetap menyala dan berkilau"

"Kegiatan emas keseharian di usia emas agar hidup tetap menyala dan berkilau".

 

Tema :  Kegiatan sehari hari yang membantu tetap sehat, bahagia dan produktif

Penulis : Widarso, P2Tel Medan Satu

Release :12  Des 2025, Lomba Penulisan Artikel kategori pensiunan pada HUT Dapentel 2025.

Email:  paksodar@gmail.com

 

KEGIATAN EMAS KESEHARIAN DI USIA EMAS AGAR HIDUP TETAP MENYALA DAN PRODUKTIF

*Hidup Berkualitas Diusia Emas*

 

Usia emas adalah awal dari mulai kehidupan berkualitas dengan memilih kegiatan selektif dan efisien.

Kunci untuk menikmati masa hidup emas ini adalah menerapkan kebiasaan harian yang terfokus pada tiga pilar utama: Kesehatan Fisik, Kesejahteraan Emosional, dan Produktivitas Kognitif.

 

Pantun Melayu:

Ikan puyu di air payau,

Dipotong isi dibuat umpan.

Sering-seringlah bersenam dan berpeluh,

Agar jantung sihat badan pun tampan.

 

Pohon sena dahannya rendah,

Tempat tupai datang berlari.

Tabiat baik jangan diubah,

Jadi teladan setiap hari.

 

Tumbuh padi di hujung sawah,

Disiram hujan turun dari langit,

Berbuat baik itu janganlah gundah,

Awal kebijaksanaan akal yang cerdik.

 

*Berbagai Kegiatan Keseharian"

Berbahagia di "masa emas", tidak lagi  harus dikejar kejar, karena berlari butuh tenaga besar sedang kekuatan telah menurun, tujuanpun sudah didepan mata.

Kegiatan sehari hari hanya perlu disusun dan dilakukan dengan optimasi kemampuan purna yang ada, dimana pengetahuan, pengalaman dan pemaknaan hidup sudah pada tingkat yang mumpuni.

Kegiatan keseharian yang mendukung diantaranya  adalah:

  1. Membiasakan diri betbuat baik untuk hal hal sederhana.

Berbuat baik tidaklah mesti yang besar dan sulit, yang penting dibuat secara konsisten dan berkelanjutan.

Beberapa contoh kegiatan yang dijadikan habit :

  1. Selalu tidur diawal waktu dan bangun lebih dini atau memenuhi kecukupan waktu tidur, waktu tidur dibiasakan pukul 21.00 sampai dengan pukul 03.00 atau 04.00, terkecuali ada hal hal khusus.
  2. Mandi pagi setiap hari menjelang waktu subuh atau sekitar pukul 04.30
  3. Mendahulukan sholat berjamaah di awal waktu, atau secara umum membuat prioritas untuk ibadah.
  4. Membersihkan rumah setiap hari, beserta sekitar yang masih bagiannya.
  5. Membantu menjemur pakaian dan menyetrika bila istri perlu bantuan.
  6. Membersihkan kendaraan sesuai dengan kebutuhan.
  7. Memperbaiki kerusakan kecil untuk perangkat elektronik maupun non elektronik yang dapat dilakukan sendiri.
  8. Melakukan pemeliharaan rutin rumah sesuai dengan kemampuan mandiri.
  9. Memajukan waktu makan malam menjadi sekitar pukul 17.30 an.
  10. Menikmati minuman buatan sendiri.
  11. Bermain dengan cucu melalui video call sesering mungkin
  12. Dan lain lain, terutama untuk keperluan kebutuhan pribadi.

 

  1. Membuat jadwal kegiatan harian

Jadwal kegiatan harian dibutuhkan untuk pengoptimalan waktu, dan bermanfaat agar kegiatan dikerjakan konsisten, berkelanjutan serta mempunyai nilai tambah dalam megisi masa emas.

Jadual memuat waktu, periode kegiatan, materi pembelajaran atau kegiatan yang dilakukan dalam siklus mingguan.

Kegiatan dan materi ditulis head line-nya saja, secara rinci dicatat terpisah untuk mengetahui progres kegiatan yang membutuhkan evaluasi guna melihat efektivitas dan progres kegiatan.

 

Contoh:

Jadwal Kegiatan Jan sd. Maret 2024

 

Senin:

05.30 - 06.30 Itikaf

14.00 - 15.30 Baca Buku Fisiologi Manusia

19.00 - 19.20 Tilawah

 

Selasa:

05.30 - 06.30 Belajar Fasohah

19.00-19.40 : Belajar mengaji dengan ustad.

 

Rabu:

05.30 - 06.00 Tilawah

06.15 - 09.00 Gowes Bersama Team Ligat

 

Kamis:

05.30 - 06.15 Menghafal Quran

09.30 - 11.00 Belajar Kelas Tafsir

14.30 - 15.30 Baca Buku Hikmah dan Tafsir

16.30 - 17.30 Menulis Catatan Hasil Membaca

19.00 - 19.40. Tilawah surat tertentu bersama ustad.

 

Jumat:

05.30 - 06.00 Tilawah Surat Khusus

06.00 - 07.00 Senam Taichi

09.40 - 11.00 Belajar Kelas Implementasi Islam

 

Sabtu :

05.30 - 06.00 Tilawah dengan berbagai metode

07.15 - 08.30 Senam KJS P2tel.

09.30 - 11.00 Belajar Kelas Iman, Islam dan Akhlak

13.00 - 17.00 Silaturahmi berkunjung Famili.

 

Minggu

05.30 - 06.00 Tilawah

Berlibur, dan Kegiatan Insidentil

 

Jadwal hari Senin diibaratkan kegiatan pemanasan dimulai dengan renungan dan introspeksi diri serta menguatkan tekad agar dalam melakukan jadwal dibuat lebih termotivasi.

Bacaan referensi juga mengenai pemahaman fisik tubuh, dan fsikologi manusia.

Tilawah pada tahap pertama untuk melancarkan dan membiasakan kegiatan membaca,  ini tingkatan rendah dalam pembelajaran.

 

Jadwal hari Selasa merupakan lanjutan memperdalam kegiatan hari Senin. Kegiatan dilakukan dengan memanfaatkan sosmed  misalnya you tube dan juga bimbingan pengajar langsung.

 

Jadwal hari Rabu, adalah mengimplementasikan pengetahuan untuk memudahkan dan melancarkan belajar dalam hal ini membaca dengan benar.

Selain kegiatan betlatih keterampilan yang direncanakan, juga perlu melakukan kegiatan yang sifatnya hobi dan menyehatkan sekaligus bergabung dalam komunitas.

 

Jadwal hari Kamis, kegiatan ini dilakukan lebih menantang dari kegiatan sebelumnya namun masih ada kaitan.

Kegiatan kelas khusus ini perlu dilakukan karena akan meningkatkan kediplinan serta memperdalam pengetahuan secara sistematis dan juga yang penting berkelanjutan agar tidak jenuh.

Sebagai tambahan pengayaan pengetahuan perlu juga membaca referensi ringan lainnya.

Kaji ulang dengan dampingan pengajar perlu juga dilakukan sebagai umpan balik progres kegiatan.

 

Jadwal Hari Jumat, kegiatan ini mempunyai tujuan membiasakan berkegiatan berulang namun berbobot ringan, agar kegiatan menjadi habit.

Kegiatan ringan untuk fisik perlu juga dilakukan. Kegiatan ini sekedar santai serta tidak mengikat ketat.

 

Jadwal hari Sabtu, kegiatan ini dimaksudkan agar kegiatan rutin menjadi lebih variatif sehingga tidak membosankan dan mencoba pengalaman baru.

Kegiatan Senam bersama sesama pensiun, menjadi kegiatan yang sangat penting untuk membina kesehatan secara teratur dan terbimbing disamping meningkatkan kesehatan rohani karena dapat bersilaturahmi dengan sesama

Selain silaturahmi dengan rekan rekan juga tak kalah penting berkunjung silaturahmi dengan keluarga dekat, orang tua dan saudara saudara dekat.

 

Jadwal hari Minggu: kegiatan pada intinya adalah berlibur, namun kegiatan yang dijadikan sebagai kebiasan atau habit tetap dipertahankan.

 

Kegiatan mingguan ini merupakan siklus berulang, dan setelah 3 bulan dilakukan modifikasi materi sesuai dengan pencapaian dari progres kegiatan. Pokok kegiatan pada intinya tidak berubah.

 

  1. Memperkaya referensi atau terus belajar metode metode alternatif untuk mendukung jadwal kegiatan harian.

 

Kegiatan berulang yang belum melekat menjadi kebiasaan, akan menjadi membosankan.

Karena sifat hal tersebut, perlu dilakukan mencari metode metode alternatif atau diversifikasinya.

Contoh:

  1. Dalam melakukan Tilawah mempelajari 3 irama untuk di praktekan.
  2. Mempelajari dan melatih olah vokal dalam menyanyi, untuk mendukung kegiatan tilawah.
  3. Mempelajari dan melatih meningkatkan daya ingat.
  4. Membaca buku buku ringan namun penuh hikmah.
  5. Memanfaatkan teknologi AI untuk belajar bahasa dan mencoba mengikuti perkembangan terkini, misalnya membuat pengumuman senam dengan menggunakan AI.

 

Kegiatan memperkaya referensi ini selalu dikaitkan dengan kebutuhan kegiatan terjadwal.

 

  1. Membuat catatan catatan kecil hasil belajar dan pengalaman.

 

Membuat catatan singkat dari  hasil belajar atau membaca menjadi sangat berharga , dan melakukan sharing kepada keluarga menambah nilai plus untuk sendiri dan bisa bermanfaat untuk yang lain.

 

  1. Reorientasi hidup bahagia setiap saat.

 

Tidak kalah penting dari berkegiatan rutin yang sudah menjadi kebiasaan dan kegiatan terjadwal, adalah selalu memaknai, hidup bahagia harus diciptakan setiap saat.

Dengan menanamkan keyakinan kehidupan yang berlalu tak mungkin berulang sama dan kehidupan yang akan datang belum pasti ujudnya. Yang penting adalah menyiapkan mentalitas dan keyakinan "hari ini adalah saatnya bahagia."

 

*Pencapaian Hasil Berkegiatan*

 

Dari pengalaman menjalankan kegiatan secara konsisten dilakukan semenjak  pensiun tepatnya tahun 2020 hingga 2025 ini, membuahkan hasil yang dirasakan adalah:

 

  1. Waktu terasa singkat dan butuh panjang lagi untuk menyempurnakan kegiatan sehingga menjadi tetap sehat, bahagia dan produktif.
  2. Hidup lebih bermakna, ditandai dengan kepercayaan keluarga untuk meminta saran penyelesaian permasalahan keseharian.
  3. Pelimpahan amanat sering ditawarkan, namun hal ini perlu dilakukan pemilahan agar tidak menjadi hal yang dapat menyulitkan.

 

*Berbagi Bahagia*

 

Jargon mengatakan kebahagian akan bertambah bila kita mengajak orang lain bajagia. Terutama atas pengalaman baik yang dilakukan.

Alhasil di " Usia Emas" Akan semakin bercahaya dan berkilau dengan melakukan kegiatan "emas", selective, terjadwal dan terpenting adalah menjadikan habit perbuatan sederhana yang baik.

 

Semoga bermanfaat

Penulis,