Ceramah Bulanan : Hidup Cuman Sekali, Hidupkan Amanah Setiap Hari

Kamis 25 Januari 2024, Dapen Telkom mengadakan Ceramah Bulanan yang dilaksanakan di Mushola Al-Maslahat. Kegiatan diawali dengan shalat ashar berjamaah dan dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan oleh Bapak Irfan Farid Taufik Lc., MA, PhD dengan judul: “Hidup Cuman Sekali, Hidupkan Amanah Setiap Hari”.

Amanah secara bahasa berasal dari bahasa Arab: ‘amina – ya`manu – amanatan, artinya: jujur, dapat dipercaya. Amanah dibentuk dari akar kata: alif, mim dan nun dan terdapat tiga kata serupa yang dibentuk dari tiga huruf tersebut: aman, amanah dan iman. Ketiganya memiliki hubungan erat, yaitu menunjukkan kepada ketenangan atau tuma’ninah. Selain itu amanah menunjukkan pula pada kepercayaan, dan kepercayaan adalah ketenangan. Sedangkan aman adalah hilangnya rasa takut, yang juga berarti ketenangan.

Sementara amanah menurut istilah adalah kepercayaan yang diberikan seseorang untuk dipelihara dan dijalankan sebaik mungkin. Menurut Ahmad Musthafa Al-Maraghi, amanah adalah sesuatu yang harus dipelihara dan dijaga agar sampai kepada yang berhak memilikinya.

Salah satu keutamaan menjaga amanah adalah Allah menjanjikan kepada umatnya sebagai salah satu penghuni surga Firdaus dan akan hidup kekal di dalamnya. Dikatakan dalam surat Al-Mu’minun ayat 1-11 :

  • Sesungguhnya beruntung orang-orang yang beriman,
  • (yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya,
  • dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,
  • dan orang yang menunaikan zakat,
  • dan orang yang memelihara kemaluannya,
  • kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela.
  • Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
  • Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya.
  • serta orang yang memelihara shalatnya.
  • Mereka itulah orang yang akan mewarisi,
  • (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

 

Sesuai dengan apa yang tertulis pada surat An-Nisa:58 : “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. Sementara menurut HR. Ahmad dan Ahlus Sunan yang disahihkan oleh Al-Albani “Tunaikanlah amanah kepada yang memberikan amanah dan jangan khianati orang yang berhianat kepadamu.”

Sikap amanah yang dapat kita lakukan di lingkungan kerja yaitu profesional dalam bekerja, menerima hanya yang halal, memberikan layanan prima untuk setiap pelanggan, manajemen waktu, tidak menerima suap, bekerja sesuai perjanjian, menempatkan diri secara proporsional, menjadi teladan bagi kerabat kerja serta bekerja karena Allah.

Agar kita menjadi orang yang amanah, maka kita harus menanamkan hal berikut pada diri kita, yaitu menyadari bahwa amanah harus dipertanggung jawabkan, senantiasa merasa diawasi Allah, mencintai sesama seperti mencintai diri sendiri, mengingat betapa besarnya pahala bagi orang yang amanah dan dosa tidak amanah, memohon bantuan Allah agar menjadi insan yang amanah.

Semoga ceramah yang disampaikan pada hari ini memberikan banyak manfaat, melalui ilmu yang disampaikan yang dapat kita amalkan di kehidupan kita sehari-hari. Karena hidup hanya sekali, maka hidupkan amanah setiap hari.